Perempuan yang dilahirkan menjadi istri kemudian menjadi ibu, adalah karunia dan kehormatan atas hidup ini dari Tuhan Yang Maha Esa, karena bukankah hanya didalam rahim perempuan yang insan kecil masa depan terciptakan, diberi kehidupan,akal budi,kekuasaan sebagai hak manifestasi setiap individu ciptaan Tuhan YME.
Ditengah kian banyaknya insan muda yang terjerat pergaulan bebas, narkotik, seks bebas, pertarungan ekonomi yang semakin sengit, korupsi dan manipulasi yang menghalalkan segala cara, penganiayaan hak asasi manusia, flora dan fauna. Menjadi seorang ibu di era globalisasi adalah sangat sulit
Kemerdekaan insan kecil masa depan tidaklah lahir begitu saja, semua dilahirkan melalui proses perjuangan revolusi fisik seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya untuk memerdekakan anak, insan kecil anugerah luar biasa dari Sang Maha Pencipta.
Berbahagialah yang lahir sebagai perempuan yang kemudian menjadi ibu, karena ia dipercaya oleh Tuhan YME mengasuh insan masa depan, dan ditangan perempuan yang menjadi ibulah terletak harapan masa depan zaman, karena PEREMPUAN ADALAH IBU ZAMAN.
Dalam gemerisik daun yang bercanda bersama angin lalu, melontarkan lagu-lagu rindu..
Merpati bernyanyi, batang padi bersiul
Lesung berdetak dendang
Laki-laki dan perempuan tegak saksad candra ditya
Bersama mewujudkan MEKAR SEKAR BANGSA
Selasa, 21 Desember 2010
Plengkung dan Keindahannya...
“G-Land, The Seven Giant Waves Wonder” Julukan tersebut diberikan oleh peselancar asing utk gulungan ombak di pantai Plengkung yg berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo(TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur. G punya tiga konotasi yg berbeda: Green, krn lokasinya di tepi hutan, Grajagan, nama point terdekat sebelum ada jalan melintas di hutan atau Great krn salah ombak yg terbaik di dunia. Apapun artinya, itulah julukan buat sebuah nama lokal bernama Plengkung.Ombak di Plengkung merupakan salah satu yg terbaik di dunia. Ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 km dlm formasi 7 gelombang bersusun “go to left” cocok ditunggangi oleh peselancar kidal. Selain Plengkung utk peselancar prof, ada juga Pantai Batu Lawang utk belajar. Ombak disini disebut “twenty-twenty” yg artinya twenty minute utk mendayung ketengah dan twenty minute menikmati titian ombak.
TNAP selain surganya peselancar juga tempat yg bisa memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan dan berkunjung ke gua2 mistis. Entah kenapa TNAP juga tempat yg paling banyak dikunjungi utk tujuan meditasi dgn berbagai latar belakang etnis dan religius dari seluruh Indonesia. Beberapa orang bahkan telah bertahan 3 tahun bermeditasi dihutan/ gua dgn hanya makan makanan seadanya atau daun2an yg didptkan disekitarnya. Gua2 tempat bermeditasi adalah Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan, selain Gua Macan yg konon punya nilai mistis tinggi. Gua ini dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km berjalan kaki.
Selain Gua meditasi, terdapat Pura Tua yg sudah ada disana jauh sebelum TNAP ada. Kenunikan pura tsb. berada ditengah hutan TNAP. Gua tsb. Bernama Giri Seloka; banyak dikunjungi penganutnya pada hari suci Pager Wesi.
Sadengan tempat observasi 200 an ekor banteng, juga rusa dan merak, berada tak jauh dari pintu masuk Rawabendo, 3 km jalan makadam melalui tanaman jati tua yg telah dihutankan statusnya. Pantai Ngagel tempat penangkaran penyu belimbing, abu2 dan hijau hanya berjarak 3 km dari Rawabendo melalui jalan makadam dan pasir pantai.
TNAP yg lokasinya berada diujung timur yg menyempit, memiliki banyak sekali pantai bagus nan sunyi, jauh dari hiruk pikuk turis kota. Pantai-pantai-nya tergolong bagus dan berpasir putih spt. pantai Trianggulasi. Disini terdpt penginapan yg cukup bagus utk bermalam, tetapi konon arusnya paling deras.
Pantai Gotri dgn pasir putihnya yg berbentuk bulat besar2 pasirnya sangat ringan, sehingga terasa sulit utk berjalan dipantainya. Ada lagi Pantai Parang Ireng dengan pasirnya yg hitam legam. Di pantai antara Pancur ke Plengkung terdapat hutan sawo kecik unik yg tumbuh berjajar ditepi pantai. Buah sawo kecik hutan dgn kulitnya yg berwarna merah tidak ada yg memanen dan berjatuhan ditanah, buahnya bisa dimakan langsung dgn rasanya yg manis.
Hutan TNAP dapat dicapai melalui kota Banyuwangi kearah Muncar atau Benculuk terus kearah Pasar Anyar melalui Tegal Dlimo. Dari sini melaju sejauh 10 km melalui jalan makadam menuju pintu utama Taman Nasional di Rowobendo. Dari Rowobendo, 3km dgn jalan makadam menuju ke pos Pancur. Dari Pancur jalan bercabang2 menuju Sadengan, pantai Ngagel atau terus ke Plengkung. Dari Pancur ke Plengkung sejauh 6km, walaupun jalan aspal yg masih baru (sebagian kecil saja belum selesai), sementara ini hanya boleh dicapai dgn 3 cara: berjalan kaki selama 2 jam, naik motor trail TNAP beserta jagawananya, atau menggunakan angkutan khusus pick up yg dikelola TNAP. Kendaraan pribadi hanya boleh diparkir di pos Pancur. Lokasi pantai Ngagel, Sadengan, pantai Trianggulasi dpt dicapai dlm hitungan sebentar dari Pancur krn bisa ditempuh dgn mudah menggunakan kendaraan apa saja.
Bandealit, Sejuta Misteri dan Pesona
Teluk dengan pantai yang landai sepanjang kur
ang lebih 3 KM dengan pasir putih dan ombak yang tidak terlalu besar untuk ukuran pantai selatan.membuat olah raga air dilakukan disini mulai kegiatan seperti Body Board, Jetski, Selancar Angin, berenang, Berkano, dan Memancingbandealit merupakan teluk yang banyak akan ikan sehingga memancing menjadi alternatif terbaik untuk mengisi hari libur anda serta kegiatan bakar ikan ditepi pantai secara bersama-sama(berbeque)dengan menikmati keindahan pantai
Fasilitas
- Pondok Wisata
- Pondok Kerja
- Information Center
- shelter, Camping ground
- Gunung Sodung

Kegiatan yang bisa dilakukan adalah Turun tebing bagi pecinta alam dengan ketinggiaan 100 Meter dipuncak terdapat menara untuk mengamati olah raga air di laut - Goa Jepang
terletak di ketinggian 200 Meter dai goa jepang teluk bandealit dapat terlihat secara keseluruhan dan Didepan goa terdapat tumpukan batu yang merupakan benteng perlindungan tentara Jepang bila ada perlawanan dari musuh yang akan berlabuh di pantai Bandealit - Muara timur
Kegiatan yang bisa dilakukan berkano, berenang, belajar selancar angin, dan belajar berlayar - Memancing ikan dan barbeque di tepi pantai
- Melihat Sunset dan pengamatan burung dapat dilakukan disini
- Agrowisata ; Di dalam kawasan taman nasional terdapat perkebunan PT. Bandealit yang diantaranya menanam tanaman hortikultura seperti sirsak, durian, jeruk, rambutan. Komoditi ini dapat dijadikan obyek wisata-agro yang sangat menarik.
terdapat perkebunan PT.Bandealit yang diantaranya menanam tanaman Hortikultura Seperti Sirsat, Durian, Jeruk, Rambutan
Aksesbilitas
Jember(tawang alun) - Mangli- Ambulu - Curah nongko - Bandealit(pintu ke meru betiri bagian barat) jarak tempuh 64 KM dapat ditempuh dalam waktu 2 - 3,5 Jam dengan kendaraan Roda dua dan roda empat(jangan mengunakan kendaraan yang terlampau pendek jarak ke tanah) karena kodisi tanah yang berbatu
Lokasi
Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember
Jarak
+ 60 km arah selatan kota Jember
Langganan:
Postingan (Atom)












