Menyadari
keadaan bangsa dan negara yang memprihatinkan, dan menyadari pentingnya peranan
perempuan sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai anggota masyarakat dan
menyadari pula pentingnya kelanjutan pembangunan dalam segala aspek kehidupan
anak-anak bangsa, maka dipandang perlu menghayati kembali perjalanan panjang
perempuan Indonesia dalam keikutsertaannya dalam menghantar republik ini
memasuki pintu gerbang kemerdekaan yang sesungguhnya.
Perempuan
yang dilahirkan menjadi istri kemudian menjadi ibu, adalah karunia dan
kehormatan atas hidup ini dari Tuhan Yang Maha Esa, karena bukankah hanya
didalam rahim perempuan yang insan kecil masa depan terciptakan, diberi
kehidupan,akal budi,kekuasaan sebagai hak manifestasi setiap individu ciptaan Tuhan
YME.
Ditengah
kian banyaknya insan muda yang terjerat pergaulan bebas, narkotik, seks bebas,
pertarungan ekonomi yang semakin sengit, korupsi dan manipulasi yang menghalalkan
segala cara, penganiayaan hak asasi manusia, flora dan fauna. Menjadi seorang ibu di era globalisasi adalah
sangat sulit
Kemerdekaan
insan kecil masa depan tidaklah lahir begitu saja, semua dilahirkan melalui
proses perjuangan revolusi fisik seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya untuk
memerdekakan anak, insan kecil anugerah luar biasa dari Sang Maha Pencipta.
Berbahagialah
yang lahir sebagai perempuan yang kemudian menjadi ibu, karena ia dipercaya
oleh Tuhan YME mengasuh insan masa depan, dan ditangan perempuan yang menjadi
ibulah terletak harapan masa depan zaman, karena PEREMPUAN ADALAH IBU ZAMAN.
Dalam
gemerisik daun yang bercanda bersama angin lalu, melontarkan lagu-lagu rindu..
Merpati bernyanyi, batang padi bersiul
Lesung
berdetak dendang
Laki-laki
dan perempuan tegak saksad candra ditya
Bersama
mewujudkan mekar sekar bangsa..

