Selasa, 26 Februari 2013

PANASNYA API KEBANGSAAN, MEKAR SEKAR BANGSA CINTA IBU SEPANJANG MASA




Menyadari keadaan bangsa dan negara yang memprihatinkan, dan menyadari pentingnya peranan perempuan sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai anggota masyarakat dan menyadari pula pentingnya kelanjutan pembangunan dalam segala aspek kehidupan anak-anak bangsa, maka dipandang perlu menghayati kembali perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam keikutsertaannya dalam menghantar republik ini memasuki pintu gerbang kemerdekaan yang sesungguhnya.
Perempuan yang dilahirkan menjadi istri kemudian menjadi ibu, adalah karunia dan kehormatan atas hidup ini dari Tuhan Yang Maha Esa, karena bukankah hanya didalam rahim perempuan yang insan kecil masa depan terciptakan, diberi kehidupan,akal budi,kekuasaan sebagai hak manifestasi setiap individu ciptaan Tuhan YME.
Ditengah kian banyaknya insan muda yang terjerat pergaulan bebas, narkotik, seks bebas, pertarungan ekonomi yang semakin sengit, korupsi dan manipulasi yang menghalalkan segala cara, penganiayaan hak asasi manusia, flora dan fauna.  Menjadi seorang ibu di era globalisasi adalah sangat sulit
Kemerdekaan insan kecil masa depan tidaklah lahir begitu saja, semua dilahirkan melalui proses perjuangan revolusi fisik seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya untuk memerdekakan anak, insan kecil anugerah luar biasa dari Sang Maha Pencipta.
Berbahagialah yang lahir sebagai perempuan yang kemudian menjadi ibu, karena ia dipercaya oleh Tuhan YME mengasuh insan masa depan, dan ditangan perempuan yang menjadi ibulah terletak harapan masa depan zaman, karena PEREMPUAN ADALAH IBU ZAMAN.
Dalam gemerisik daun yang bercanda bersama angin lalu, melontarkan lagu-lagu rindu..
Merpati bernyanyi, batang padi bersiul            
Lesung berdetak dendang
Laki-laki dan perempuan tegak saksad candra ditya
Bersama mewujudkan mekar sekar bangsa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar